ALIRAN INI

ALIRAN INI

Melihat desiran arus sungai kecil yang mengalir, membuatku duduk termenung dan memikirkan sesuatu tentang hidupku. Sungai ini menjadi sumber kehidupan bagi setiap makhluk Tuhan, akankah aku hidup seperti sungai, yang dari atas terus mengalir turun sampai berakhir di laut dan menjadi sama dengan air-air dari mata air lain. Akankah aku hidup seperti itu, bagai aku yang punya hal terbaik di dunia dan membiarkannya pergi dan berakhir seperti pecundang-pecundang lain di bumi ini. Atau air yang keluar dari mata air terbaik yang jernih di hulu dan mengalir terus mengalir melewati berbagai macam hal dan akhirnya berakhir menjadi sungai yang keruh di hilirnya. Aku yang hidup,tumbuh hanya menjalani kehidupan tanpa tahu apa yang sudah kulalui dan akhirnya berakhir dengan kematian yang mungkin meninggalkan penyesalan, atau aku yang lahir, tumbuh,berkomunitas,terpengaruh buruknya pergaulan yang tidak bisa aku menolaknya dan menjadi kotor dan tidak suci saat aku mati menghadap Tuhanku.

Banyak yang berkata jalani saja hidup seperti air mengalir, menjalani hidup dengan takdir yang sudah digariskan padaku. Apa aku yakin hanya ingin hidup seperti itu, hanya mengalir tidak punya tujuan untuk hidupku sendiri, hanya lari dari masalah.Sebersit pikiranku, jika aku ingin hidup layaknya sungai, maka harus menjadi arus sungai yang mengalir di jalur yang terjal,berbatu,berliku. Meski melewati jalur yang tidak bersahabat tapi tetap dapat mengalir deras. Dengan melewati jalur terjal membuat air mengalir dengan deras, suara benturan air dengan batu terdengar dari jauh, bukti derasnya arus yang mengalir. Bagaikan melihat manusia yang menghadapi setiap masalah hidup yang ditemuinya dan akan selalu berusaha melewatinya. Arus sungai membawa air yang menjadikan tempat yang dilalui menjadi hidup dan dapat menjadi sumber kehidupan. Manusia yang menjadikan hidupnya berarti bagi orang yang disayangnya. Aliran sungai yang meski besar tapi tenang tidak akan orang tahu keberadaanya jika tidak melihatnya sendiri, tapi arus sungai yang kecil tapi terjal belum orang melihatnya tapi sudah dapat didengar suaranya dalam keterjalan jalurnya.Manusia akan diakui  dari perjuangannya dalam menjalani hidupnya.

Manusia, Bukan karena dia besar dia diakui tapi karena dia diakui, dia menjadi besar. Hidup bukan hanya tentang apa yang telah diraih ,tapi tentang bagaimana cara meraihnya. Berusaha membuat dirinya berarti,dengan itu keberadaannya diakui//Djiwa

Pos ini dipublikasikan di opini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s