PENDIDIKAN (SEKRANG) SUDAH RELEVANKAH???

PENDIDIKAN (SEKRANG) SUDAH RELEVANKAH???

Oleh : M.Ilham Mustofa

LPM DIMëNSI

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. ( UU Sis DIk Nas 2003)

Sangatlah luhur memang jika kita dapat memaknai arti diatas, dan jika hal yang diinginkan atau tujuan dari pada pendidikian benar-benar bisa tercapai, mungkin negara  kita akan semakin maju, dan lebih baik lagi, bukan hanya itu mungkin juga permasalhan-permaslah yang selama ini menyelimuti negara kita mungkin akan terpecahkan, dan masih banyak lagi memberikan dampak positif ketika pendidikan di negara kita tujuannya dapat tercapai dengan penuh.

Pendidikan merupakan suatu hal yang penting bagi kehidupan manusia. Karena pada dasarnya pendidikan merupakan hal melekat pada manusia. Manusia diciptakan dengan disertai kemampuan istimewa yakni ‘akal’ atau ‘fikiran’. Sehingga dari sinilah pendidikan telah ternanam dalam diri manusia dan kemudian tumbuh-tumbuh dan berkembang menjadi sebuah fase atau bagian dalam kehidupan manusia. Namun sangking istimewanya pendidikan, sehingga pendidikan pun juga mempunyai banyak permasalahan yang selalu menghadang. Sehingga dalam jalanya pendidikan pun tidak bisa optimal dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Dalam pengertianya pendidikan di Indonesia telah diterangkan dalam Undang-undangSistem pendidikakan Nasional tahun 2003( Sis Dik Nas) Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan seharusnya dapat diposisikan atau diprioritaskan lebih utama, agar nantinya dapat menjalankan peran dan fungsi pendidikan sebagaimana mestinya sehingga masyarakat mampu mengapliksikan pendidikan yang telah diperoleh kedalam kehidupan sehari-hari. Dan tentunya manfaat dari pendidikan akan lebih meluas lagi terutama bagi negara jika dalam perwujudanya pendidikan sebagai eksisitensi negara. Namun luhurnya hakikat dan tujuan pendidikan ternyata berbanding terbalik 180 drajat bila kita melihat realita yang ada sekarang. Pendidikan yang seharusnya mencerdaskan masyarakat dengan pengetahuannya, malah menjadi momo karena permasalahan-permasalahan di dalam mejalankan pendidikan. Memang jika membanding perkembangan pendidikan di Indonesia selama ini sudah lebih baik tentunya jika dibandingkan masa-masa sebelum ini, bisa ambil contoh ketika masa orde baru, yang meneraplan system NKK/BKK nya, secara tidak langsung telah mencederai hakikat dan tujuan pendidikan itu sendiri. Nah untuk sekarang permasalahanya apa?, trus dampak dari permasalahan pendidikan yang seperti ini apa?, apakah sudah ada solusinya ?, bagaimana kita menyingkapi pendidikan yang seperti sekarang ini?. Untuk menjawab dari pertanyaan itu semua tentu tidaklah mudah, kita tidak hanya menganalisis kemudian memeberikan kritikan terhadap pendidikan yang ada namun juga memeberikan sebuah tawaran yang nantinya juga bisa membangun pendidikan kembali.

Pertama kita mencoba mengungkap permasalahan pendidikan, dimulai dari sisitem atau komponen-komponen dalam pendidikikan, disisni saya mengambil kurikulum pendidikan sebagai salah satu permasalahan yang dirasa memang patut untuk dianalisis dan dikritisi, kenapa kok, mengambil kurikulum karena kurikulum adalah suatu komponen dalam pendidikan yang berperan sebagai alat ukur dimana standarisasi pendidikan bisa berjalan, dan sesuai dengan tujuan pendidikan. Ketika kita telah tahu bahwa setiap tahun kurikulum pendidikan selalu direvisi dan diganti dengan kurikulum yang baru, dengan harapan agar bisa lebih relevan baik relevan kedalam maupun relevan keluar. Namun justru dengan ketidak konsisitensinya kurikulum yang ada ini memebuat sisitem pendidikan pun menjadi tak konsisten, karena selalu memeperbaiki kedalam tanpa melihat relevansinya ke luar, lebih-lebih ke masyarakat.  Kurikulum seharusnya lebih melihat konteks dilapangan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, dan seharusnya lebih aplikatif lagi. Sehingga tidak menimbulkan perspektif bahwa kurikulum seakan-akan hanya sebagai visi saja, dan hanya sebuah tujuan, tanpa ada tindakan yang continue, sehingga ketika ditengah jalan mengalami hambatan, tidak kok diselesaikan, malah diganti dengan yang baru, dengan harapan dengan harapan kurikulum yang baru dapat mengatasi masalah yang ada. Namun realitanya kurikulum yang baru malah semakin menambah permasalahan. kemudian  yang kena dampak dari permasalahan ini siapa ? pasti masyarakat sebagai pengguna atau konsumen daripada pendidikan yang disuguhkan oleh sitem, lebih jauh lagi berbicara soal dampak tentunya masyarakat akan merasa bahwa pendidikan semakin memeprsulit sistemnya dan tanpa memeberikan suatu jawaban dari permasalahan yang dialami masyarakat. Yang lebih ditakutkan lagi ketika perspektif masyarakat terhadap pentingnya pendidikan mulai luntur, dan memilih untuk tidak perlu berpendidikan lagi. Ironis memang jika masyarakat sudah tidak percaya lagi terhadap luhurnya pendidikan, mungkin masyarakat akan memilih bekerja sebagai buruh atau pekerja kasar yang hanya mengandalkan kekuatan otot, karena secara kualitas akal mereka tidak punya kecerdasan untuk bekerja menggunakan akalnya yang dapat mengeluarkan kreatifitas dan inovasi baru.

Mungkin untuk berbicara solusi kita tidak akan bisa mengubah suatu tatanan yang ada namun setidaknya kita mempunyai semangat untuk membawa apendidikan sampai pada taraf yang berkualiatas dan menjalankan peran, fungsi dan tujuan pendidikan. Dengan cara apa kita memebawa pendidikan menjadi semakin maju? Untuk jawaban dari pertanyaan tersebut, kita harus mentranformasikan pendidikan dengan seoptimal mungkin, kita harus benar-benar mandiri dengan sadar bahw kita sangatlah butuh pendidikan, dehingga kita bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin itu sebuah tawaran yang sifatnya lebih kepada kesadarn masing-masing individu. Mengingat kesadaran dalam pendidikan benar-benar penting,sehingga itu akan bermanfaat bagi si individu yang mau sadar akan pendidikan dan mentransformasikanya.

Memang jika kita ingin merubah pendidikan yang ada, agar menjadi lebih baik, kita membutuhkan waktu yang lumayan lama, sebab kita tidak bisa serta-merta mengubah pendidikan yang ada. Namun bila permasalahan-permasalahn dalam pendidikan tidak segera dicari solusinya maka akibatnya pendidikan semakin terperosok kedalm masalah yang lebih mendalam dan lebih lagi akan semakin sulit diselesaikan.

Diatas memang sebagian contoh kecil dalam pendidikan kita sekarang ini kalau kita sudah tahu masalah yang sedemikian rupa maka kita harus apa…??????

Pos ini dipublikasikan di opini. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s